Chapter 8
Multiplexer adalah rangkaian logika kombinasi yang berfungsi untuk memilih satu dari beberapa input dan meneruskannya ke output tunggal berdasarkan kombinasi sinyal selektor. Dalam dunia digital, multiplexer sering digunakan dalam sistem pemrosesan data, pemilihan sinyal, serta perancangan memori dan prosesor. Chapter ini membahas khusus multiplexer 4-to-1, yaitu multiplexer dengan 4 input data, 2 input selektor, dan 1 output.
- Mempelajari prinsip kerja rangkaian multiplexer 4-to-1.
-
Mengetahui susunan logika gerbang penyusun multiplexer.
-
Mengamati bagaimana selektor menentukan input yang diteruskan ke output
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]
- Logic Probe
Digunakan untuk menampilkan status logika dari output Y. Logic probe akan menyala hijau atau merah untuk menunjukkan nilai logika tinggi (1) atau rendah (0),
- LogicState
- Gerbang AND
jenis pertama adalah gerbang AND. Gerbang AND ini memerlukan dua atau lebih input untuk menghasilkan satu output. Jika semua atau salah satu inputnya merupakan bilangan biner 0, maka outputnya akan menjadi 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner 1, maka outputnya akan menjadi 1.
- Gerbang OR
- Gerbang XOR
Jenis berikutnya adalah gerbang XOR. Gerbang XOR ini memerlukan dua input untuk menghasilkan satu output. Jika input berbeda (misalkan: input A=1, input B=0) maka output yang dihasilkan adalah bilangan biner 1. Sedangkan jika input adalah sama maka akan menghasilkan output dengan bilangan biner 0.
- NOT
Jenis berikutnya adalah gerbang NOT. Gerbang NOT ini berfungsi sebagai pembalik keadaan. Jika input bernilai 1 maka outputnya akan bernilai 0 dan begitu juga sebaliknya.
Multiplexer 4-to-1 memiliki 4 input data (I0, I1, I2, I3), dua input selektor (S0 dan S1), dan satu output (Y). Kombinasi nilai dari S0 dan S1 akan menentukan input mana yang diteruskan ke output Y.
Buka software simulasi (misalnya Proteus).
-
Tambahkan komponen logika: AND, OR, dan NOT.
-
Tambahkan LogicState sebagai input untuk sinyal I0–I3 dan S0–S1.
-
Rangkai keempat jalur gerbang AND sesuai dengan kombinasi input dan selektor.
-
Gabungkan output dari semua gerbang AND ke satu gerbang OR sebagai output utama (Y).
-
Hubungkan output Y ke LogicProbe untuk menampilkan hasil logika.
-
Jalankan simulasi dan ubah kombinasi LogicState untuk mengamati perubahan output.
b) Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
Multiplexer (MUX) adalah rangkaian logika kombinasi yang berfungsi sebagai saklar digital. Tujuan utamanya adalah memilih salah satu dari beberapa input dan mengarahkannya ke output tunggal, berdasarkan kombinasi sinyal selector.
MUX 4-to-1 memiliki:
-
4 input data: I0, I1, I2, I3
-
2 bit selector: S0 dan S1
-
1 output: Y
Kombinasi dari S0 dan S1 akan menentukan input mana yang diteruskan ke Y. Rangkaian dalam FIG 8.8 dibangun dari gerbang logika AND, OR, dan NOT, di mana setiap jalur input (I0–I3) dikondisikan oleh kombinasi selektor (S1 dan S0). Hanya satu jalur yang aktif pada satu waktu, dan hanya nilai dari jalur aktif tersebut yang dikirimkan ke output Y. LogicState digunakan untuk mengatur input dan selector, dan LogicProbe menampilkan hasilnya. Persamaan Logika :
Y=(¬S1∧¬S0∧I0)∨(¬S1∧S0∧I1)∨(S1∧¬S0∧I2)∨(S1∧S0∧I3)
-
Setiap jalur bit (Y0, Y1, Y2, Y3) menggunakan satu MUX 4-to-1 yang memilih salah satu dari empat input bit (I0–I3) berdasarkan selektor S0 dan S1.
-
Input bit pada masing-masing jalur disusun sejajar (array data), sehingga memungkinkan pemilihan seluruh byte atau word 4-bit secara bersamaan.
-
Rangkaian ini cocok untuk implementasi sistem pengalihan data antar register, bus data, atau pengendali memori dalam sistem digital.
Prinsip logikanya:
-
Selector S0 dan S1 digunakan bersama oleh semua MUX.
-
Tiap MUX menangani satu bit dari 4-bit data.
-
Output masing-masing MUX menjadi satu bagian dari output 4-bit keseluruhan.
Keuntungan desain ini:
-
Menyederhanakan pemilihan data paralel.
-
Dapat diperluas ke 8-bit, 16-bit, atau lebih dengan menambahkan MUX tambahan.
-
Sangat umum dalam desain sistem mikroprosesor dan kontroler.
Soal 1:
Jika nilai input I0 = 1, I1 = 0, I2 = 0, I3 = 0, dan selektor S1 = 0, S0 = 0. Berapa output Y?
Jawaban:
Karena S1 S0 = 00 → output mengikuti I0
Y = I0 = 1
Soal 2:
Diberikan I0 = 0, I1 = 1, I2 = 0, I3 = 1
Jika S1 = 1 dan S0 = 0 → berapakah outputnya?
Jawaban:
S1 S0 = 10 → output mengikuti I2
Y = I2 = 0
Soal 3 (Pilihan Ganda):
Jika I0=1, I1=1, I2=0, I3=0, dan selektor S1=0, S0=1, maka outputnya adalah:
A. 0
B. 1
C. 2
D. Tidak dapat ditentukan
Jawaban:
S1 S0 = 01 → output mengikuti I1 = 1 → Jawaban: B
Rangkaian Proteus
- Fig.8.8 [Download]
- Fig.8.9 [Download]
Komentar
Posting Komentar